Home / Artikel / Inilah Peran Penting Mahasiswa dalam MEA

Inilah Peran Penting Mahasiswa dalam MEA

Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA adalah agenda dari negara-negara anggota ASEAN yang digagas sejak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kuala Lumpur, Malaysia yang digelar pada 1997. Gagasan MEA didasari ide tentang mengubah kawasan Asia Tenggara sebagai satu kawasan yang makmur dan madani dari segi ekonomi dengan jalan mengintegrasikan ekonomi regional sebagai satu kesatuan pasar tunggal serta basis produksi. Ide ini lalu diteruskan untuk dimatangkan sebagai gagasan yang siap untuk diluncurkan dan dituang dalam Deklarasi Cebu yang membahas tentang integrasi ekonomi Asia Tenggara dalam satu kesatuan.

Dalam pelaksanaannya, MEA berpedoman pada empat pilar utama, yaitu pasar tunggal serta basis produksi, iklim kompetitif untuk ekonomi pada tataran regional, keadilan pemerataan ekonomi bagi negara di kawasan ASEAN, serta integrasi ekonomi antara negara kawasan dan ekonomi global. Inti dari MEA adalah pembentukan pasar tunggal serta basis produksi dalam kawasan regional ASEAN. Hal ini mengandung lima komponen utama, meliputi arus bebas jasa, modal, barang, tenaga kerja, dan investasi secara langsung di antara negara-negara ASEAN.

Kebijakan MEA Hanya Sebatas Perdagangan Terbuka Barang dan Jasa

Meskipun merupakan perdagangan terbuka yang diterapkan dalam kawasan ASEAN, MEA sejatinya tidak menyentuh kebijakan moneter negara-negara anggota ASEAN sebagaimana yang terjadi di Eropa. Kebijakan ekonomi hanya menyentuh yang terkait dengan pasar terbuka dan perdagangan. Sementara di Eropa, pengaruh Uni Eropa sendiri sampai ke kebijakan moneter sehingga menyebabkan lahirnya mata uang baru yang disebut Euro.

Liberalisasi ekonomi yang terwujud dalam gagasan MEA ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi bisa memberikan dampak yang positif dan membawa kemakmuran yang luar biasa. Di sisi lain malah menimbulkan kesenjangan ekonomi yang semakin tampak jelas. Karena itu, kedewasaan masyarakat sangat berarti bila negara tersebut berada pada kebijakan ekonomi terbuka. Segenap elemen masyarakat dituntut untuk lebih memerhatikan dengan saksama terkait dengan hal tersebut. Termasuk mahasiswa di Indonesia, sebagai generasi penerus yang diharapkan siap dan mumpuni sehingga mampu menghadapi kondisi pasar terbuka MEA. Apa sajakah langkah konkret yang bisa dilakukan mahasiswa dalam menghadapi MEA? Ulasan di bawah ini akan menjelaskan lebih lanjut

1. MEA Menjadi Ajang Pembuktian Mahasiswa dalam Dunia Kerja

Perdagangan MEA

Pameran Beyond Beauty ASEAN Bangkok via beyondbeautyasean.com

 

Sebagaimana diulas di awal, MEA yang menjadi gagasan integrasi ekonomi ASEAN sejak beberapa dekade silam bisa jadi membawa dampak yang signifikan, khususnya bagi masyarakat Indonesia. MEA bisa menjadi satu hal yang sangat baik bagi Indonesia, terutama menyangkut salah satu dari lima komponen perdagangan bebas, yaitu tenaga kerja terampil. Diketahui bersama bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara.

Fakta tersebut bisa dilihat sebagai peluang mengingat jumlah output sarjana di Indonesia belum dapat terserap sepenuhnya oleh lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia. MEA boleh menjadi jawaban untuk masalah tersebut. Meskipun demikian, di sisi lain tentu juga sangat dimungkinkan masuknya tenaga kerja terampil dari negara ASEAN lainnya yang nantinya memunculkan persaingan dan menumbuhkan iklim kompetitif.

Selain dari segi perluasan lapangan pekerjaan bagi para calon sarjana atau mahasiswa, MEA juga bisa membawa dampak lain yang sangat signifikan bagi pengembangan keilmuaan berbasis penelitian di Indonesia. Ini juga selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang dimaksudkan agar civitas akademika, termasuk mahasiswa mengembangkan ilmu pengetahuan di berbagai disiplin ilmu melalui jalur penelitian. Dan dalam MEA, seyogyanya hasil penelitian sangat diperlukan. Mengapa? Simak dalam ulasan di bawah ini.

2. Pengembangan Keilmuan Jadi Fokus Mahasiswa untuk Bersaing dalam MEA

Sudah sepatutnyalah mahasiswa terus mempelajari dan mengembangkan keilmuan dalam bidang dan jurusan yang dipilihnya. MEA sebagaimana telah diketahui bersama menciptakan iklim yang kompetitif bagi setiap orang dalam negara-negara anggota ASEAN, termasuk orang Indonesia. Tak hanya itu, sisi kompetisi yang jadi salah satu pilar utama dalam MEA juga membutuhkan sumbangsih pemikiran para mahasiswa untuk memicu berbagai inovasi dalam menghasilkan produk yang nantinya bisa dijadikan produk ekspor unggulan Indonesia.

Homogenitas produk adalah salah satu ciri kawasan Asia Tenggara. Produk-produk yang jadi unggulan semisal hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, elektronik, hingga tekstil bisa jadi memunculkan masalah tersendiri bagi industri di Indonesia. Ini dikarenakan dengan diciptakannya pasar tunggal dan basis produksi sebagai salah satu tujuan integrasi ekonomi dalam MEA jelas menciptakan persaingan yang sangat ketat bagi produk yang telah dihasilkan industri di Indonesia.

Bertolak pada kenyataan tersebut, tanggung jawab besar tertumpu di pundak mahasiswa agar sedapat mungkin bekerja terus untuk menghasilkan karya penelitian yang dapat dimanfaatkan para pengusaha dan pemangku kepentingan (Pemerintah). Selain itu, peran serta mahasiswa tak hanya menciptakan temuan dan melakukan riset yang dapat mengatasi atau meningkatkan kualitas produk dari industri Indonesia. Ada hal lain yang juga bisa dilakukan mahasiswa Indonesia dalam menghadapi MEA yang sudah bergulir sejak satu tahun yang lalu.

3. Mengasah Diri dan Mengejar Ketertinggalan Mesti Dilakukan Mahasiswa

Produk Indonesia MEA

Produk Indonesia yang Punya Nilai Jual Ekspor via theloveassembly.com

 

Selain bergerak di bidang penelitian untuk mengembangkan produk-produk unggulan di Indonesia, peran mahasiswa yang tidak kalah pentingnya dalam MEA adalah sosialisasi. Diketahui bersama bahwa peran serta Pemerintah untuk sosialisasi pada MEA kali ini sangatlah kurang. Masih banyak informasi yang belum diketahui masyarakat bahwa sudah satu tahun ini bangsa kita memasuki integrasi ekonomi untuk kawasan ASEAN.

Sementara masih ada hal lain yang harus disadari dan dipahami mahasiswa, yaitu mengasah diri untuk terus berbenah. Hal tersebut dimaksudkan agar mahasiswa mampu menghadapi iklim MEA yang sangat kompetitif. Kesadaran untuk berbenah bukanlah sekadar meningkatkan citra individu untuk meraih hasil yang terbaik dan prestasi di berbagai bidang. Hal tersebut juga diperlukan untuk mewujudkan suatu kerja nyata bagi bangsa. Sebab sejauh ini Indonesia meski sudah mumpuni dan unggul pada beberapa bidang, tetapi masih tertinggal di beberapa bidang lainnya. Ketertinggalan inilah yang harus dipahami dan diatasi mahasiswa agar mampu setara dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

4. Peran Aktif Mahasiswa Diperlukan dalam Menumbuhkan Kewirausahaan Apalagi dalam Era MEA

Soal investasi dan permodalan juga perlu dipahami mahasiswa terkait MEA. Dengan semangat menumbuhkan kewirausahaan tentunya, mahasiswa tak cuma memfokuskan diri pada pengejaran ketertinggalan untuk dapat memasuki lapangan pekerjaan yang sudah ada. Namun, juga harus terus menggunakan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki untuk menciptakan produk yang berdaya saing dan dapat dipasarkan ke seluruh penjuru ASEAN, terlebih lingkup global.

Hal ini tentu sejalan dengan semangat dan ciri MEA yang memungkinkan berputarnya modal dan investasi dari setiap negara anggota ASEAN yang terlibat di dalamnya. Fungsi ini tentu sangat dirasa kurang karena persentase kewirausahaan di Indonesia bila dibandingkan antara jumlah penduduk dan jenis pekerjaan yang digeluti tiap-tiap orang masih belum mampu mencakup setidaknya sepertiga dari kebutuhan akan pembukaan lapangan pekerjaan baru yang tersedia.

Tunjukkan dan Kontribusikan Daya Upaya demi Kemajuan Bangsa

Mahasiswa adalah generasi terdidik dan masa depan suatu bangsa. Merekalah yang nantinya menggerakan perekonomian Negara apalagi dalam rangka era pasar bebas MEA. Ini sekaligus berfungsi untuk memetakan persoalan-persoalan yang mungkin dihadapi bangsa Indonesia selama berjalannya MEA. Saatnya mahasiswa melihat keberadaan MEA sebagai momen dalam menunjukkan apa yang mereka mampu dan hasilkan demi menyelesaikan segala persoalan yang ada. Seluruh daya upaya yang dikontribusikan dalam rangka MEA akan besar kegunaanya bagi bangsa.

About STAI Maarif Way Kanan

STAI Maarif Way Kanan adalah sebuah kampus yang terletak di Baradatu - Way Kanan. Memiliki Visi yaitu Menjadikan STAI Al-Ma'arif Way Kanan sebagai Sekolah Tinggi yang unggul dan bermutu dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan Sarjana Muslim yang Cerdas, berakhlakul karimah dan berdaya saing.

Check Also

Kaprodi Hukum Keluarga Himbau Mahasiswa Optimalisasikan Potensi Bisnis Syari’ah ala Wisata Halal di Way Kanan

  Way Kanan, Humas – Sebagaimana diketahui dan juga konon katanya bahwasanya Kabupaten Way Kanan memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *